Ayo Waralaba Ayo Waralaba Ayo Waralaba

Detail Berita / Artikel

Sisi Lain Bisnis Franchise Makanan Di Indonesia

Administrator Waralaba Makanan Dilihat 1014 kali

Franchise makanan di Indonesia saat ini sedang booming. Menjadi hal yang biasa apabila pada setiap sudut kota dan tempat terdapat outlet makanan cepat saji. Menjadi pengusaha dadakan franchise makanan juga bisa dilakukan.

Jenis Ragam Franchise Makanan di Indonesia

Melihat dari jenis franchise makanan yang banyak bertebaran di Indonesia, bisa dikatakan cukup beragam. Kebanyakan adalah franchise makanan cepat saji, franchise makanan ala resto dan café, serta franchise makanan tradisional yang mulai marak. Franchise makanan tradisional biasanya mengusung tema ciri dan khas kedaerahan.

Syarat Franchise Makanan

Syarat yang harus dipenuhi dalam menjalankan bisnis franchise makanan di Indonesia antara lain :

    •    Membuat surat pernyaaan bahwa Anda tertarik dengan bisnis yang dijalankan. Hal ini juga menyangkut konsekuensi berbisnis yang tidak jauh dari perhitungan untung dan rugi. Resiko untung dan rugi itu harus diterima.

    •    Sebuah ruang usaha yang luasnya sesuai dengan kriteria bisnis yang dijalankan. Dan juga posisi strategis dari ruang usaha tersebut.

    •    Dana dan investasi awal yang harus disiapkan. Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Besarnya dana akan berbeda antara franchise makanan yang satu dengan yang lainnya. Dana di sini juga termasuk pada dana fee dan administrasi fee.

    •    Karyawan yang sesuai dengan kriteria kemitraan.

Antara Franchise Makanan Lokal dan Asing

Tidak banyak perbedaan syarat menjalankan franchise makanan, baik makanan lokal ataupun asing. Semua persyaratan nyaris sama. Yang terlihat cukup mencolok adalah jumlah nominal dari dana yang harus dipersiapkan. Usaha franchise makanan lokal mematok dana kemitraan lebih rendah dari makanan asing.

Sebagai contoh, pada bisnis franchise makanan lokal penyiapan dana investasi masih lebih sedikit sepersekian rupiah dari bisnis franchise makanan asing. Kemudian dana license fee yang sedianya harus dibayar lunas saat penandatanganan perjanjian kemitraan, pada franchise makanan lokal masih bisa dinego waktu pembayarannya. Sedangkan pada franchise makanan asing tidak bisa. Harus dibayar lunas saat pendandatanganan kerja sama.

Selanjutnya royalty fee, atau juga sama dengan administrasi fee. Royalty fee yang dibayarkan bisa mencapai 10-12% dari gross sales per bulan pada bisnis franchise makanan asing. Sedangkan pada franchise makanan lokal hanya 6-7% dari nett sales per bulan.

Perbedaan nyata dalam angka inilah yang pada akhirnya membawa para pebisnis lokal Indonesia lebih memilih untuk mengembangkan kemitraan pada bisnis franchise makanan lokal. Franchise yang mengusung kelebihan makanan khas lokal Indonesia. Seperti serabi, wedang jahe, serbat ataupun teh Tegal. Lagipula mempopulerkan kuliner lokal Indonesia menjadi bukti bahwa sudah sepatutnya makanan Indonesia pun didukung oleh pebisnis franchise makanan di Indonesia.

 

Bisnis, Bisnis 2015, Bisnis Indonesia, Daftar Waralaba, Franchise Makanan, Indonesia Waralaba, Makanan Lokal, Peluang Bisnis, Pengertian Waralaba, Ukm Bisnis, Usaha Makanan,

Member Banner

Google Analytics Alternative