Ayo Waralaba Ayo Waralaba Ayo Waralaba

Detail Berita / Artikel

Minuman Berbahan Dasar Teh Yang Menguntungkan

Administrator Waralaba Minuman Dilihat 1037 kali

Tahukah Anda bahwa asal mula tanaman penghasil teh dibawa pertama kali ke Indonesia oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Andreas Cleyer? Tanaman yang bernama latin Camellia Sinensis ini ditanam pada tahun 1684 sebagai tanaman hias. Dikabarkan pula pada tahun 1694, ada yang melihat tanaman Teh Sinensis ini berada di halaman rumah gubernur jenderal VOC, Camphuys. Baru pada abad ke-18 mulailah berdiri pabrik-pabrik pengolahan teh yang didukung oleh pemerintahan VOC.

Dan kini teh sudah menjadi minuman yang sangat populer bagi seluruh masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang menyegarkan, teh juga mengandung anti oksidan yang baik untuk kesehatan tubuh. Jumlah pasar yang besar dan dapat ditemui dimanapun membuat banyak orang berkecimpung untuk membangun usaha di dunia minuman teh. Tidak sedikit dari para pengusaha ini yang awalnya hanya bermodal beberapa juta dapat melejit meraup keuntungan puluhan hingga ratusan juta.

 

Analisa Bisnis

Sebelum masuk dalam analisa bisnis, perlu Anda ketahui bahwa analisa bisnis ini merupakan gambaran luas yang ditujukan bagi mereka yang ingin membeli franchise dari franchisor, bukan analisa untuk menjadi seorang franchisor. Namun bagi Anda yang ingin menjadi franchisor minuman teh, ada baiknya pula untuk mengetahui analisa ini sehingga tahu kira-kira apa saja yang dapat menjadi pertimbangan klien Anda. Pada analisa bisnis ini kami membaginya menjadi tiga bagian, Kelebihan, Kekurangan dan Analisa Perhitungan.

Kelebihan Franchise Minuman Teh

1. Modal Dana Kecil

Modal dana untuk membuka usaha usaha ini tergolong murah. Anda dapat melihat analisa kemitraan yang telah kami survey dari beberapa brand franchisor minuman teh pada bagian Analisa Kemitraan. Rata-rata dana investasi awal yang mereka tawarkan adalah sekitar 5 juta rupiah. Ada baiknya Anda tidak perlu mengambil keputusan untuk meminjam dana ke bank atau ke rentenir karena bisnis ini memilki perputaran uang yang juga kecil. Dengan meminjam dana juga akan membuat laba Anda semakin kecil dikarenakan Anda gunakan untuk membayar angsuran ke pihak pinjaman. Pilihlah paket franchise dengan harga yang masih dapat Anda jangkau. 

2. Waktu Balik Modal Tergolong Cepat

Kalau memang modalnya tergolong kecil, namun banyak orang yang menyatakan bahwa waktu untuk balik modal dalam usaha ini tergolong cepat, kisaran sekitar 3 bulan. Kami ingatkan kembali balik modal atau ROI (Return On Investment) berbeda dengan BEP (Break Event Point). BEP adalah sebuah kondisi dimana operasi bisnis ini dalam keadaan tidak mendapatkan untung maupun rugi atau biasa disebut juga titik impas. Anda harus memastikan peluang bisnis ini pada lokasi yang strategis dan potensi pembelinya banyak untuk mendapatkan waktu balik modal yang lebih cepat. Silahkan lihat bagian analisa perhitungan kami memperkirakan Anda membutuhkan setidaknya sehari menjual 70 – 80 cup minuman dalam sehari.

3. Omset Harian

Ada banyak bisnis yang memiliki omset bulanan dan ada pula yang harian. Salah satu keuntungan dengan omset harian adalah Anda dapat menganalisa bisnis dan mengantisipasinya lebih cepat. Pastikan karyawan Anda untuk melakukan pelaporan dana setiap hari. Bedakan hari-hari yang ramai pelanggan dengan hari-hari yang tidak terlalu ramai. Anda dapat mengurangi dan menambah bahan baku sesuai perkiraan hari untuk mengurangi bahan baku yang terbuang karena sudah tidak bisa disimpan terlalu lama, contohnya seperti es batu.

4. Banyak Pilihan Mitra Franchise

Di daerah perkotaan memiliki pilihan bermitra yang lebih banyak. Anda dapat memilih mitra dengan pilihan paket lebih bervariasi dan jenis minuman teh lebih banyak. Dengan banyaknya mitra ini membuat para franchisor memberikan nilai lebih terhadap klien mitranya. Coba untuk pelajari dengan baik apa kelebihan dan kekurangan di tiap-tiap franchise tersebut.

5. Support dari Franchisor

Franchise yang sudah terkenal dengan nama baiknya biasanya memiliki standar tersendiri dalam memberikan support kepada klien mitranya. Dukungan standar sebuah franchise biasanya berupa Training Staff, bantuan pembukaan usaha, distribusi dan logistik produk, program promosi dan konsultasi bisnis. Pastikan Anda menerima support ini pada mitra franchise pilihan Anda. 
        
6. Resiko Kegagalan Kecil

Dibandingkan membangun bisnis sendiri seperti direct sales,distributor dan konsep bisnis lainnya, franchise memiliki tingkat resiko kegagalan yang kecil. Survey membuktikan rasio kegagalan pada pembeli franchise adalah 5% – 15%, sedangkan pada bisnis biasa berada di angka lebih dari 60%. Ini terjadi dikarenakan konsep usaha franshise biasanya dipilih dari konsep usaha yang sudah terbukti berhasil dan pihak franchisor memberikan support dengan baik.

7. Tingkat Resiko Kerugian Rendah

Penilaian peluang tidak akan hanya dari Anda. Adanya penilaian dari pihak franchise juga membuat bisnis Anda memiliki resiko kerugian yang rendah. Pihak franchise akan memperhitungkan berapa keuntungan perhari yang Anda dapatkan dan memutuskan tidak bekerja sama dengan Anda jika dirasa kurang menguntungkan.

Minuman, Waralaba, Bisnis,

Member Banner

Google Analytics Alternative