Ayo Waralaba Ayo Waralaba Ayo Waralaba

Detail Berita / Artikel

Usai Pemilu Modal Wirausaha Kaum Muda Dikucurkan

Administrator Usaha Kecil dan Menengah Dilihat 700 kali

Modal wirausaha untuk kaum muda dari pemerintah pusat akan dikucurkan usai pemilihan umum, tepatnya bulan Oktober 2014. Bantuan untuk kaum muda senilai Rp 25 juta setiap rintisan usaha itu, sengaja diberikan untuk memotivasi semangat berwira usaha kaum muda.

"Ini hibah murni untuk pengembangan usaha, bantuan keluar setelah pemilu biar tak dikira kampanye,"kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Usaha Kecil Menengah dan Koperasi, Prakoso Budi Susetyo, pada acara Gerakan Kewirausahaan Nasional di Semarang, Selasa 25 Maret 2014.

Meski dikucurkan usai Pemilu, Prakoso memastikan tetap melakukan sosialisasi agar kaum muda mengetahui program yang telah diluncurkan pemerintah pusat itu. "Kalau tunggu kampanye selesai tidak akan selesai. Sekarang perlu lakukan sosialisasi terus dan tempatnya di kampus," Prakoso menambahkan.

Seleksi bantuan sosial dana hibah modal usaha itu melibatkan pemerintah daerah, akademisi praktisi dan wartawan. Bantuan senilai Rp 25 juta untuk seorang pemuda yang mengajukan proposal program usaha layak.

Catatan Prakoso menunjukkan bahwa pada tahun 2013, Kementerian Koperasi mengeluarkan dana bantuan hingga Rp 50 miliar untuk beragam jenis usaha kaum muda di 34 provinsi. Sedangkan tahun ini anggaran terus ditambah hingga Rp 54 miliar. "Tahun lalu rata-rata lolos untuk usaha makanan olahan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar wira usaha muda di Jawa Tengah mampu menangkap peluang bisnis yang ada. Termasuk momentum kampanye yang bisa jadikan peluang usaha kretaif.

"Ekonomi kreatif di Jateng terjadi peningkatan 1000 persen, itu karena order kaos baliho dan poster. Masih ada pemilu lagi setelah ini, tangkap peluang ini agar bisa kaya mendadak," kata Ganjar .

Selama ini bantuan usaha kreatif bagi kaum muda di Jateng baru dilakukan oleh pemerintah pusat. Ganjar mengakui Pemerintah Daerah Jawa Tengah belum memberikan tambahan dana itu.

Modal, Wirausaha, Pemerintah,

Member Banner

Google Analytics Alternative