Ayo Waralaba Ayo Waralaba Ayo Waralaba

Detail Berita / Artikel

Dampak Kabut Asap Bagi Transportasi Perekonomian

Administrator Ekonomi Dilihat 1661 kali

Kabut asap yang terdapat di kawasan Sumatra serta Kalimantan, saat ini dinyatakan sudah mencapai satu titik yang sangat membahayakan, bahkan tidak hanya mengganggu kesehatan dari pada penduduknya saja, kabut ini kini sudah mulai menyebabkan berbagai macam bentuk dampak bagi bidang lainnya. Seperti halnya pada bidang penerbangan baik itu domestik atau bahkan internasional, Karena itulah dampak bencana asap kebakaran hutan di jambi, palangkaraya & sekitarnya bagi usaha kecil yang menggunakan jasa transportasi tersebut tentunya sangat mengganggu.

Untuk sektor dari wilayah jambi itu sendiri terutama di sekitar kawasan dari Tanggo Rajo, masih saja diselimuti oleh asap tebal yang sangat mengganggu. Bahkan, jarak pandang yang terdapat di kawasan tersebut pun hanya berjarak sekitar 500 meter saja. Karena itulah beberapa sektor dari aktifitas transportasi harian mengalami bentuk gangguan, baik itu pada penerbangan, pelayaran, bahkan untuk dunia pendidikan pun juga ikut terganggu. Dari hal tersebut beberapa sektor ekonomi mengalami penurunan terutama bagi mereka yang melakukan bisnis dalam bidang usaha kecil yang berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas.

Sementara itu dari kota Medan bahkan dilaporkan bahwa sebanyak 20 penerbangan dari serta menuju bandara Udara Internasional dari Kualanamu atau KNIA juga dibatalkan begitu saja hingga pukul 13.00. Sementara untuk lima jenis penerbangan lainnya saat itu masih dilakukan penundaan terhadapnya. Sedangkan untuk pesawat yang gagal mengalami keberangkatan itu mencapai jumlah 11, dan jumlah pesawat yang memiliki jadwal pendaratan di bandara tersebut juga ada yang dibatalkan dengan jumlah 9 pesawat. Karena itulah banyak dantaranya para penumpang yang mulai mengembalikan tiket menuju sejumlah kantor maskapai penerbangan.

Untuk jarak pandang yang terdapat di KNIA itu sendiri hanya mencapai  600 meter saja, karena asap kabut benar-benar sangat tebal. Bahkan untuk pengumuman yang menyatakan penundaan serta pembatalan pemberangkatan pun sudah berulang-ulang kali terdengar di kawasan bandara tersebut. Hal ini juga diperkirakan akan terus berlanjut jika kabut asap tersebut masih berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk penerbangan.

Pekanbaru juga mengalami kelumpuhan

Sama halnya dengan yang terjadi di kota Medan, Pekanbaru juga mengalami kelumpuhan dalam bidang penerbangan, karena di bandara udara yang satu ini juga penerbangan banyak yang dibatalkan serta ditunda, bahkan untuk pesawat yang hendak melakukan pendaratan di bandara dari Sultan Syarif Kasim II ini pun juga turut dibatalkan karena jarak pandang yang hanya mencapai angka 200 meter saja.

Selain itu pada beberapa waktu yang lalu, bandara ini juga sempat mengalami kelumpuhan selama setengah hari, karena mereka baru bisa melakukan aktifitas untuk penerbangan normal di atas jam 12.00 siang. Bahkan dua jenis pesawat yang bermalam di Pekanbaru seperti halnya Lion Air serta Garuda Indonesia yang memiliki tujuan menuju kota Jakarta pun beruntung karena masih bisa diberangkatkan pada pukul 06.40 serta 07.10 dengan jarak pandang yang hanya mencapai 500 hingga 1.000 meter saja.

Terhambatnya jalur transportasi penerbangan ini adalah salah satu contoh hal kecil yang tentunya ikut menghambat kegiatan perekonomian di kawasan tersebut, belum lagi jenis transportasi lainnya yang juga cukup sering untuk digunakan oleh mereka para pengusaha kecil.

Bisnis, Bisnis 2015, Bisnis Indonesia, Daftar Waralaba, Franchise Makanan, Indonesia Waralaba, Makanan Lokal, Peluang Bisnis, Pengertian Waralaba, Ukm Bisnis, Usaha Makanan,

Member Banner

Google Analytics Alternative